Henry Riyanto Sofyan Henry Riyanto Sofyan

Procrastination

image.jpg

gilaaa.. uda setahun aje ga dipakee ini blog.. untung appnya uda banyak improvement & lebih santai.. tapi emang dasarnya gw aja si yg males.. ga boleh males nih gueee.. baiklah.. harus rajin menuliss..

 

Read More
Henry Riyanto Sofyan Henry Riyanto Sofyan

A blast from the past : AN 2002’s SEASON FINALE : Panitia Lulusan Dokter (PLD) FKUI 2008

Sedang mengumpulkan ketikan-ketikan masa lalu. This is one of my best.. i think :) ​

PS : Love u guys 2002 ! ​

​November 2, 2008

image.jpg

Seseorang dosen lelaki ilmu geriatri yang necis namun bijaksana pernah menanyakan sesuatu kepada temen gue, “Apa sih arti ‘dokter’ itu?”. Tentu saja tak satupun dari kami yang diajar olehnya waktu itu mengerti apa kata arti dokter itu, saat itu yang kami tahu arti dari seorang dokter adalah mereka yang mempunyai IQ diatas 120, jago diagnosis dari keluhan pasien dan pemeriksaan fisik, ahli terapi medikamentosa/non medikamentosa dan kemampuan untuk menganalisis suatu masalah dan bisa mempertanggungjawabkan apa yang sudah ditegakkannya. Setidaknya seorang dokter itu belajar untuk berdiri sendiri dalam penilaiannya dengan keilmuan yang ia miliki dengan tujuan memperbaiki kualitas hidup manusia, itu saja pikiran yang ada di pikiran gue saat itu.

“Dokter itu berasal dari kata kerja latin yang artinya ‘docere’, mengajar/belajar”,”maksudnya?” tanya kami balik. “Maksudnya adalah kalian menghabiskan seumur hidup kalian untuk belajar dari kehidupan, mengambil saripati ilmu pengetahuan, dan selalu memberikan ilmu estafet itu ke sesama manusia. Maksudnya adalah dalam seumur hidup kalian, kalian akan selalu memberikan pengajaran, pengarahan ke setiap pasien kalian, ke setiap orang yang selalu meminta apapun bentuk ilmu pengetahuan, saya harap kalian sadar itu, tugas selamanya kalian adalah selalu untuk melayani”

Wow,gue sendiri tidak pernah berpikiran seperti itu sih, tapi makna itu dalam juga. Sebenarnya apa sih yang membawa gue untuk menjadi dokter? Gak tau ya, tapi gue benar-benar memilih jalan hidup menjadi dokter karena gue bener2 gak punya cita-cita lain untuk menjadi apapun, kecuali dokter atau seorang desain grafis. Huahuahuahua.. sangat bertentangan memang, tapi gak dinyana, kehidupan gue berubah selamanya saat gue menginjakkan kaki di tanah perjuangan kampus FKUI, dimana masing-masing dari kita dipaksa untuk merubah standarisasi diri pribadi menjadi lebih.. berguna untuk masyarakat.
Perjuangan gue akan kesadaran dokter saat itu mulai terbayang ketika gue menjadi among tamu PLD FKUI tahun 2002 angkatan 1996. Gue bener2 gaktau apa yang akan terjadi ke depannya saat itu di penghujung tahun 2008 nanti saat gue mengucapkan sumpah kedokteran yang benar2 seram itu.
Apa mau dikata, saat itu hanyalah Season 1 dalam serial dvd “FKUI 2002” kehidupan gue, hahahaha..

Yep, semulai dari maraknya penjualan dvd mini serial televisi. Gue selalu membandingkan kehidupan gue dengan serial dvd. Terutama Friends, serial itu tidak pernah ada matinya dalam kehidupan gue deh.

Teman, yah untuk seorang ekstrovert-histrionik-mellow-hipomanik-obsesif kompulsif seperti gue, gue butuh seorang dari luar untuk menenangkan jiwa gue, makanya untuk orang yang pertama kali mengenal gue akan menganggap gue ini orangnya pecicilan banget menyapa sana-sini dengan senyum bagaikan seorang Santa Klaus yang siap memberikan hadiah untuk anak-anak yang berkelakuan baik.
So, begitulah hari-hari gue di FK, sepertinya gue baru sadar. Ternyata selama 6 season kehidupan 2002 di FK, sahabat-teman-rekan sejawat sungguh sangat berarti buat gue, terkadang saat gue turun dari mobil, gue sering membayangkan seperti adegan di TV-TV dengan sudut pengambilan kamera yang unik dan latar belakang lagu yang tak kalah unik pula. 

6 season kehidupan 2002 di FK ya? Hahaha, somehow the word “friendship” is never growing old, just growing better. Dimulai dari gue yang tipe belajarnya Audio, ironis memang jika dibandingkan dengan gue yang budeg bagi orang2 yang mengenal gue. Gue mengumpulkan teman-teman seperjuangan sedari SMA untuk duduk berkomat-kamit di depan gue, mengucapkan mantra sakti materi pembelajaran dan berharap wahyu yang disampaikan mereka masuk mengisi relung-relung otak gue dan bisa lulus ujian.

Belajar kelompok, yep dari situlah season kehidupan FK ini dimulai, dari perasaan tegangnya menghadapi arti kata penting ‘ujian’, belajar kelompok ini terbentuk, apalagi untuk orang-orang introvert yang masih bingung mekanisme cara belajar yang baik untuk mereka. Dengan didorong oleh rasa takut gagal menghadapi ujian, banyak dari mereka berani membuka diri dan belajar, tadinya sih niat untuk membandingkan pengetahuan yang ada dengan sesama rekan. Tapi, akhirnya belajar kelompok ini semakin lebih artinya daripada hanya saling mengisi kekosongan otak menghadapi ujian, ada tali ikatan emosi yang terjalin diantara kami yang terjadi dengan sendirinya yang menceritakan kisah, bahwa, ternyata dibalik pencarian jati diri kami sebagai seorang dokter, diri kami adalah manusia biasa yang juga memiliki perasaan.

Perasaan? Maksudnya? Maksudnya adalah bahwa dalam setiap kehidupan kami, selalu ada sesuatu benang merah berupa afeksi untuk seseorang, baik itu adalah hal yang buruk maupun hal yang baik, berupa amarah, sakit hati ataupun cinta. Terkadang sejalan dengan berkembangnya cerita yang unik diantara kami, cukup mengejutkan memang bagaimana yang tadinya rasa teman berubah menjadi bentuk cinta, berevolusi menjadi amarah dan kembali lagi menjadi bentuk teman dengan sedikit rasa percampuran antara sayang dan sakit hati.

Ada kisah-kisah lucu yang terjadi, katakanlah ada beberapa orang yang saling menaruh hati, tetapi jalinan kisah mereka dipertentangkan oleh kedua orang tua mereka dengan alasan yang cukup, hmm, sensitif. Tanpa diketahui orang tua bahwa cerita dari mereka masing-masing telah berkembang sepanjang season yang terbentuk. namun karena jalinan cinta mereka tak akan mempunyai ujung, tanpa seizin orang tua. Mereka memutuskan lalu menjalin kembali kisah mereka selama season 3 mpe season 5.

Yah, seperti kisah Rachel dengan Ross di Friends. Kisah cinta yang on-off, yang selalu mengundang rasa penasaran seperti apasih cerita ini jadinya tar? Namun, kisah ini menjadi lucu ketika salah satu orang tua dari pasangan A menanyakan pada kami di season 5 “kok anak tante gak jadi ama si dia ya? Padahal tante cukup sreg lho ama dia”, sontak kami tertawa dengan berkata “Ya ALLAH tanteee !! itukan cerita berakhir di season 3, mbok ya dari dulu kenapaa, makanya nonton dari awal !”

Atau pasangan B yang putus karena menganggap bahwa mereka mengecewakan orang tua dengan pasangan yang ‘tidak sesuai standart’, tiba-tiba terkejut mendengar curhatan orang tuanya yang mengatakan bahwa mereka bisa menerima si dia sebagai bagian dari keluarga. WEK !! gak bisa berkata-kata deh.. semuanya itu bisa saja datang ketika semuanya itu sudah terlambat.

Atau ketika kisah seseorang yang mengeluarkan afeksinya untuk seorang sahabat yang dia kira bisa dia rubah menjadi lebih baik, dan ketika sahabatnya itu menjadi lebih baik. Dia berubah menjadi seorang yang angkuh dan sombong, membuat dia berpikir. “Alangkah baiknya jika gue tidak merubahnya menjadi apa yang waktu itu gue pikir baik untuk dia”.

Atau ketika lo mendengar curhatan sahabat cewe yang mati-matian membantu pria idamannya, untuk mendapatkan hati seorang cewek lain.

Atau ketika cinta segitiga yang terbentuk antara 3 sahabat, yang membingungkan, yang tadinya masing-masing berkembang dari sahabat yang saling care satu sama lain menjadi musuh dan end up sahabat lagi yang menertawakan masa lalu.

Atau kisah seseorang yang selalu gagal dalam menjalin ceritanya.

Atau kisah manis yang terjalin antara sebuah pasangan yang tiba-tiba putus tanpa peringatan.

Or is like one day meeting the girl of my dreams and then the next day meeting her great husband.

Isnt it ironic, dont you think?

Life has a funny way sneaking up on you when you think everything is okay or everyhings gonna b allright. And life has a funny way helping you out when you think everythings going wrong or everything goes pain into your face.

It is ironic, i really do think.

Hahaha, sepertinya kalau mengalami semua ini, terkadang gue merasa Tuhan pun tertawa melihat kekosongan jiwa kami. Kita bagaikan pion catur yang tak mengerti jalannya cerita. Kami pun tertampar dengan teguran-Nya “Bahwa apa yang kamu sangka baik untukmu bisa saja buruk untukmu, dan yang kamu sangka buruk untukmu bisa saja baik untukmu”

Kemudian kami bernyanyi lagu dangdut Chrisye, “Memang serba salah rasanya tertusuk panah cinta, tapi ku tak mampu membohongi hati nurani, ku tak mampu menahan gejolak cinta ini, maka maafkan jikaku mencintaimu, atau biarkanku mengharapkan sayang padamu” 

Lalu bagaimana dari segi pembentukan jati diri kami sebagai seorang dokter? Kisah-kisah yang tak mampu di mengerti oleh orang di dunia selain kami para dokter ? suka duka yang hampir dimiliki oleh setiap mahasiswa kedokteran di seluruh dunia mulai dari ujian pasien yang mendebarkan, ujian tulis, ujian praktikum, ujian otopsi dan lain sebagainya.

Bagaimana rasanya saat kami menghadapi batas antara usaha dan pasrah, kesakitan dan kesembuhan, kehidupan dan kematian. Membuat kami merasa, bahwa benar adanya kami adalah alat Tuhan Yang Maha Esa.

Semuanya itu berakhir dan mempunyai titik kulminasi atau titik klimaks saat kami mengucapkan Sumpah Janji Khidmat Kedokteran diatas kitab suci kami. Perasaan kami campur aduk dan sulit untuk dijelaskan, sepertinya yang mengerti kami hanyalah teman sejawat, dosen, ruang aula, dinding kampus, dan segala benda mati milik kampus atau RS pendidikan yang selalu kami lewati.

image.jpg

Tapi apakah benar-benar berakhir disini sih? Sebenarnya perjuangan yang sesungguhnya baru dimulai, ketika kami bagai didorong terjun ke masyarakat dengan bertitelkan dokter, bekerja dengan peraturan UU Praktik Kedokteran dan perlindungan tim Medikolegal/MKEKI. Kami terjun bebas dengan mengucapkan seperti janji pengadilan di US, “So GOD, please help me”.

Sekali lagi, kami hanyalah manusia, pion catur ALLAH SWT, kami akan memetik hasil kembali ujian diantara usaha dan pasrah, kami siap untuk melihat takdir indah lain yang ALLAH SWT telah siapkan untuk masing-masing, dan semoga ketika kami melompat dan berada di atas, kami tak lupa bahwa kami bukan terbang, hanya sesaat di udara terus kembali ke bumi kok.. dan kalau kami terjatuh, kami tak henti akan terus melompat lebih tinggi, amen.

Terus bagaimana dengan gue? Well, life goes on. Gue tetap berjalan dengan kehidupan gue, tak hentinya bersyukur pada Allah, membuat kisah mini seri “Everybody loves Henry” (hahahahaha.. boleh dong narsis sedikit) dengan kisah yang akan gue sendiri mengetahuinya, gue harap dalam waktu dekat gue akan bertemu dengan Object of my affection, seperti kata Freud dalam bentuk psikodinamika, objek cinta. 

So, PLD-FKUI ya.. memang kisah Season Finale.. and really guys, i love you all my besties.. 

May GOD always bestows His great affection to you and gives you protection in times you needed most.

2002 !! Kompak !! ;)

Read More
Henry Riyanto Sofyan Henry Riyanto Sofyan

My first Post

image.jpg

Alas! my first post! semoga apa-apa yang ditulis ini nanti2 kedepannya bisa membawa banyak manfaat ke pembaca sekalian. adapun blog yang ingin aku tulis itu beragam banyaknya.. mungkin ke depan akan lebih terbayang kiranya apa tema yang lebih menonjol.

Read More